Tak Ingin Peristiwa Kemacetan Horor di Tol Brebes Timur, Ini Langkah Pemerintah

Begini Penampakan Macet HOROR Di Tol Exit Brebes (Brexit) tahun lalu, Antrian Mencapai 35 KM

Begini Penampakan Macet HOROR Di Tol Exit Brebes (Brexit) tahun lalu, Antrian Mencapai 35 KM

POJOKJABAR.com, BANDUNG – Pembenahan arus lalu lintas di jalan tol saat mudik lebaran menjadi salah satu fokus perhatian pemerintah. Hal itu tidak terlepas dari peristiwa kemacetan ‘horor’ yang terjadi di pintu keluar tol Brebes Timur (Brexit) tahun lalu.

Seperti diketahui, tahun lalu, kemacetan parah di pintu tol Brebes Timur (Brexit) menjadi tragedi memilukan. Puluhan ribu pemudik terjebak hingga 20 jam. Sebanyak 12 nyawa pun melayang akibat kelelahan.

Staf ahli kementrian Perhubungan, Buyung Lalana mengakui pekerjaan tersebut tidak akan berjalan mudah. Apalagi, jumlah pemudik diprediksi meningkat hingga 14 persen dibandingkan tahun lalu.

Menyadari hal itu, ia mengatakan persiapan menghadapi musim mudik tahun ini berjalan ketat. Semua petugas, khususnya staf ahli, staf khusus dan pejabat tingkat esselon I bersiaga, tidak ada yang cuti. Ditambah, setiap minggu pembahasn mengenai mudik terus dilakukan antara kementrian perhubungan, Kementrian Pekerjaan Umum dan Kemneko Kemaritiman.

“Sesuai instruksi dari pak menteri, kami harus sedini mungkin tahu masalahnya. Untuk itu, kami terus lakukan koordinsi yang ketat, antara kabupaten dan kota. Nanti ketika pelaksanaan pun akan saling share informasi. Kita berharap tidak ada insiden,” ucap Buyung saat dihubungi, Minggu (18/6/2017).

Buyung menjelaskan, kondisi pintu keluar Brebes Timur sudah berbeda dibanding tahun lalu. Kali ini ada tambahan sepuluh pintu keluar dari Brebes Timur hingga Weleri, Kendal.

Selain itu, peristiwa Brexit tahun lalu salah satunya dipicu karena semua pintu tol dibuk, seperti Cikopo hingga Martapada, Cirebon dibuka. Sehingga tidaka ada gate lagi yang menahan arus lalin.

Untuk itu, pengaturan arus mudik kali ini akan dilakukan buka tutup pintu tol Palimanan, Cirebon. Jika ada penumpukan, atau arus tersendat, maka pintu ditutup.

“Koordinasi dengan korlantas untuk deteksi dini, kalau ada kemacetan di satu titik, Dishub akan menggunakan sistem tahan. Ditahan agar terurai. Jadi  tidak tertumpuk di satu pintu,” imbuhnya.

Buyung menambahkan, pihaknya pun sudah mengantisipasi terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan, yang bisa mengganggu kelancaran arus lalin atau yang membahayakan keselamatan.

“Kami berkoordinasi dengan beberapa kementrian, seperti kesehatan dan lembaga seperti Basarnas. Korlantas akan menggunakan motor jika ada mobil kehabisan bensin. Basarnas akan menggunakan helikopter untuk memberikan bantuan di satu titik jika ada kondisi gawat darurat,” pungkasnya.

(bbb)

 



loading...

Feeds

Bogorku Bersih

Malam Puncak Bogorku Bersih Meriah

Pada malam puncak Bogorku Bersih ini diumumkan pemenang Bogorku Bersih dari berbagai kategori, mulai pemukiman tepi sungai, pasar, perumahan, higga …