Kenaikan Tarif Dasar Listrik Bikin Resah Warga Cimahi

Ilustrasi Listrik.

Ilustrasi Listrik.

POJOKJABAR.com, CIMAHI – Naiknya tarif dasar listrik dikeluhkan pelanggan. Saat ini, tarif dasar yang ditetapkan PLN adalah Rp 1.325 per Kwh.

Lilis (50), warga Kelurahan Leuwigajah Kota Cimahi mengeluhkan kenaikan itu. Jika sebelumnya  ia harus membayar tarif listrik Rp 100 ribu, sekarang ia harus bayar Rp 250 ribu per bulan.

“Lumayan membebani juga, soalnya biasanya hanya 100 ribu atau paling mahal 130 ribu, tapi sekarang sampai 250 ribu. Harus lebih mengirit penggunaan listrik di rumah,” ungkapnya.

Menanggapi hal itu, Manager Area PT. PLN area Kota Cimahi, Bagus H. Abrianto menjelaskan, kenaikan tarif dasar listrik yang terjadi belakangan ini merupakan pencabutan subsidi dalam upaya menerapkan subsidi tepat sasaran.

“Listrik sekarang kan memang naik, tapi dibalik itu apakah karena kenaikan Tarif Dasar Listrik (TDL) atau pencabutan subsidi. Tadi kan sudah dijelaskan, pencabutan subsidi ini untuk penerapan subsidi tepat sasaran,” ungkapnya.

Dia menilai, banyak orang yang dianggap mampu justru mendapatkan subsidi. Terlebih, mereka yang mampu dan telah dicabut subsidinya, tetap mengklaim bahwa mereka pantas mendapatkan subsidi.

“Dari PLN tidak berhak menentukan siapa yang menerima subsidi, karena yang berhak menentukan penerima subsidi itu pemerintah melalui Dinas Sosial,” bebernya.

Bagus menegaskan, pihaknya hanya sebagai pelaksana, sedangkan kebijakan pemerintah yang menentukan. PLN diberikan data penerima subsidi berdasarkan Basis Data Terpadu (BDT) dari pemerintah, maka pelanggan tersebutlah yang mendapatkan subsidi.

“Kita memberi subsidi juga dilihat dulu nomor pelanggannya berapa, nanti tarifnya yang kita ubah. Kalau misalnya merasa berhak mendapatkan subsidi, silakan buat pengajuan lagi, mekanisme pengajuan tentu mulai dari Kelurahan, lalu ke Kecamatan,” jelasnya.

Meskipun sudah mencabut subsidi bagi pelanggan yang menggunakan daya 900 VA, namun masih ada sekitar 20.000 pelanggan yang menerima subsidi, dan yang subsidinya sudah dicabut sekitar 200.000 pelanggan.

“BDT yang kita terima itu sepertinya bukan yang terbaru, karena masih banyak juga penerima subsidi yang kurang tepat. Secepatnya harus diperbaiki sebetulnya,” tandasnya.

(gat)



loading...

Feeds

20170725_224115

Ratusan Buruh Kepung PT.Kinugawa

POJOKJABAR.com, PURWAKARTA – Ratusan buruh yang tergabung kedalam Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) melakukan aksi demo di depan pabrik …
uang

Audit Anggaran Urusan Pekerjaan Umum

Berdasarkan kajian sementara, terdapat sejumlah penyebab yang membuat banyak kegiatan tidak terlaksana. Di antaranya karena keterbatasan waktu pengerjaan, ada keraguan …