Sweeping PKL di Kota Bandung, Satpol PP Siap Digandeng Pendekar Silat

Ilustrasi

Ilustrasi

POJOKJABAR.com, BANDUNG – Sebanyak tujuh titik kawasan dilarang berdagang diawasi ketat Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bandung. Namun, banyak kawasan zona merah tetap digunakan untuk berdagang para PKL.

Untuk menertibkannya, 1.000 personil dikerahkan dengan menggandeng TNI, Polri, dan seluruh paguron pencak silat di Kota Bandung.

“Kawasan 7 titik ini merupakan zona merah bagi pedagang kaki lima (PKL), sehingga ini harus bebas dan steril dari aktivitas perdagangan,” kata Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bandung Dadang Iriana usai acara Bandung Menjawab di Taman Sejarah Kota Bandung, Kamis (18/5).

Ia menyebut, setidaknya ada 1.000 personil yang akan diturunkan untuk mengantisipasi PKL jelang Ramadan.

Lebih lanjut Dadang menyebutkan, personil yang dilibatkan merupakan petugas gabungan dari Satpol PP dibantu kepolisian dan TNI, serta komunitas dari pencak silat.

“Jelang Ramadan mulai Senin kami akan melakukan gelar pasukan. Pasukan akan melibatkan anggota Satpol, TNI, Polri, dan seluruh paguron pencak silat di Kota Bandung. Pencak silat akan ikut terlibat berpartisipasi membantu Satpol PP dalam kaitan persiapan jelang Ramadan,” terangnya.

Kemudian, kata Dadang, para petugas ini akan disebar ke titik-titik zona merah. Mereka akan bergerak secara mobile melakukan pengawasan para pedagang.

“Dengan kekuatan seperti itu akan kita sebar di titik tertentu. Seperti di Otista, Tegalega, Kosambi, Alun-alun, termasuk zona merah akan kami sisir setelah pasca gelar pasukan. Jadi kita peningkatan melakukan sweeping dan mobilisasi,” tandasnya.



loading...

Feeds