Angkot Tidak Memadai, Masyarakat Kabupaten Bandung Pilih Kendaraan Pribadi

Ilustrasi

Ilustrasi

POJOKJABAR.com, KABUPATEN BANDUNG – Sebagai angkutan moda transportasi massal, angkutan kota (angkot) mulai tergeserkan perannya oleh kendaraan pribadi. Hal itu lah yang menyebabkan sebagian jalan protokol di Kabupaten Bandung mengalami kepadatan yang akhirnya menimbulkan kemacetan.

Yang terjadi saat ini. Masyarakat lebih mencintai mengendarai kendaraan pribadi. Hal tersebut disampaikan oleh Bupati Kabupaten Bandung, Dadang M Naser, mengatakan bahwa setidaknya harus ada 60% masyarakat yang kembali menggunakan angkutan massal atau angkot.

Meminimalisir kemacetan. Dirinya mengatakan bahwa kondisi angkot saat belum maksimal. Hal itu lah yang membuat masyarakat beralih menggunakan kendaraan pribadi dan pada akhirnya kemacetan kerap terjadi dibeberapa titik vital di Kota Bandung, seperti jalur Bale Endah – Banjaran.

“Jangan kendaraan pribadi. Harus diperhatikan juga sebaran volume kendaraan pribadi,” kata Dadang saat ditemui di Gedong Budaya Sabilulungan, Soreang, Kabupaten Bandung (15/5/2017).

Pada kesempatan itu pula, ia menghimbau bahwa masyarakat agar kembali menggunakan angkot sebagai sarana transportasi. Sebelumnya masyarakat menganggap bahwa kendaraan tersebut adalah pemecah kemacetan. Namun ketika beralih, hal tersebut akan terpatahkan.

“Berdasarkan keterangan, tahun 2016 lalu hanya 1,41% masyarakat menggunakan angkot,” kata Dadang.

Menunjang kembali popularitas angkot ditengah masyarakat. Dadang berharap revitalisasi terminal akan segera direalisasikan. Baginya, saat ini terminal yang ada di Kabupaten Bandung, belum memenuhi kapasitas dan belum memadai untuk digunakan.


loading...

Feeds