Wih… Pilkada Bandung Barat Butuh Dana Rp 56 Miliar

Ilustrasi Anggaran Pilkada

Ilustrasi Anggaran Pilkada

POJOKJABAR.com, BANDUNG BARAT– Penyelenggaraan Pilkada Bandung Barat yang akan digelar 2018 menelan biaya tak sedikit. Diperlukan total dana Rp 56,2 miliar untuk penyelenggaraan itu yang akan digabungkan dengan Pilgub Jabar di tahun yang sama. Dana itu bersumber dari APBD Bandung Barat Rp 45,8 miliar dan APBD Provinsi Jabar Rp 10,4 miliar.

Demikian dikatakan Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bandung Barat, Iing Nurdin, Kamis 20 April 2017. “Karena pilkada serentak, Pemprov juga memberikan bantuan,” katanya seusai sosialisasi tahapan pilkada kepada aparat desa dan camat di Ngamprah.

Berdasarkan hitung-hitungan yang dilakukan PR, jumlah penduduk Bandung Barat mencapai 1,624 juta jiwa (data 2014). Dari data itu, maka setiap warga Bandung Barat (dari bayi hingga orang dewasa) diasumsikan menyumbang biaya Rp Rp 28.399 untuk pemimpin mereka. Pilkada Bandung Barat juga disumbang oleh 52 juta jiwa warga Jawa Barat di luar Kabupaten Bandung Barat sebesar Rp 198 per orang.

Lalu ntuk apa saja anggaran sebesar itu? Anggaran pilkada dari Pemprov Jabar, kata Iing, akan digunakan untuk honorarium petugas. Sementara itu, anggaran dari pemkab untuk berbagai hal lainnya, seperti pemutakhiran data, pemeriksaan kesehatan calon kepala daerah, serta pemeriksaan kesehatan mereka.

Iing mengungkapkan, anggaran pilkada akan dicairkan dalam dua tahapan, yakni tahun ini dan tahun depan. Tahapan pilkada tahun ini diperkirakan akan berlangsung mulai September/Oktober 2017 mendatang. Lantaran tahapan pilkada sudah dekat, menurut Iing, sosialisasi harus mulai dilakukan. Pada pratahapan pilkada ini, pihaknya menggandeng Pemkab untuk melakukan sosialisasi.

“Kali ini, kami sosialisasikan kepada aparat desa dan camat karena mereka punya basis calon pemilih yang besar, yaitu masyarakat. Jadi, mereka harus paham aturan-aturan mengenai pilkada,” katanya.

Sementara itu, Kepala Bagian Tata Pemerintahan Setda KBB Yadi Azhar mengungkapkan, Pemkab telah mengalokasikan anggaran pilkada sesuai dengan kebutuhan. Dari kebutuhan Rp 45,8 miliar, tahun ini akan dicairkan Rp 15 miliar, sedangkan sisanya tahun depan.

Anggaran tersebut jauh di bawah usulan pertama KPU yang mencapai Rp 80 miliaran. Namun, setelah dilakukan pembahasan lebih lanjut, Pemkab hanya menganggarkan Rp 45,8 miliar. “Sebab, ada bantuan juga dari provinsi karena ini pilkada serentak. Selain itu, ada penghematan-penghematan biaya lainnya, sehingga jatuhnya anggaran lebih sedikit dari usulan pertama KPU,” ujarnya

(bie)



loading...

Feeds