Kemenpar Minta Kampung Adat Cireundeu di Kota Cimahi Dilestarikan .

: Ratusan Warga Melaksanakan Bebersih di Kampung Adat Cirendeu.

: Ratusan Warga Melaksanakan Bebersih di Kampung Adat Cirendeu.

 

POJOKJABAR.com, CIMAHI – Kementerian Pariwisata Republik Indonesia mendorong Pemerintah Kota Cimahi segera melaksanakan program Sapta Pesona Wisata di daerahnya.

Hal ini terkait dengan potensi wisata di Cimahi yang terbilang layak untuk dijadikan destinasi wisata, yaitu Kampung Adat Cireundeu yang berlokasi di Kelurahan Leuwigajah Kecamatan Cimahi Selatan.

Kepala Sub Bidang Pengembangan Sadar Wisata, Kementerian Pariwisata, Arum Damarintyas, menjelaska. Program Sapta Pesona bertujuan untuk menyiapkan masyarakat dalam mengimplementasikan tujuh unsur sapta pesona di daerahnya, agar siap menerima kunjungan wisatawan.

“Jadi program ini untuk menerapkan aman, tertib, bersih, sejuk, indah, ramah, kenangan atau sapta pesona wisata,” kata Arum, Kamis (20/4)

Dia menilai, kesiapan Cireundeu sebagai tujuan wisata, bisa dibilang layak, namun masih minimnya ketersediaan home stay untuk mengakomodir wisatawan yang datang.

“Diharapkan Pemerintah tidak memperbanyak hotel, tapi  dipersiapkan untuk menyediakan rumah istirahat, karena dapat menambah nilai ekonomi masyarakat kampung adat Cireundeu,” tuturnya.

Anggota Komisi X DPR RI, Junico Siahaan, menambahkan, Kampung Adat Cireundeu sudah bagus untuk dijual kepada wisatawan. Bisa dilihat dari rumahnya, budayanya, hutannya, kulinernya, strata sosialnya, dan hukum adatnya yang masih dipertahankan hingga saat ini.

“Sebetulnya untuk desa wisata, Cireundeu sudah lengkap. Tinggal dari sisi mana yang akan dikembangkan, biar nantinya lebih sempurna,” ungkapnya.

Dengan demikian, lanjut dia, Pemerintah Cimahi sudah harus mulai bergerak dalam penyempurnaan destinasi wisata di Cireundeu, sebab kampung adat ini bisa menjadi wisata edukasi.

“Saya akan sampaikan kepada walikota yang baru untuk mengembangkan kampung adat. Karena di Jawa Barat tidak ada yang seperti ini, kota tapi punya kampung adat,” ujarnya.

Tokoh di Kampung Adat Cireundeu, Abah Asep, mengatakan, jika memang kampung itu akan diarahkan ke pariwisata, pihaknya meminta harus ada penataan lebih baik lagi.

Masyarakat sekitar harus tahu rasanya berada di lingkup industri pariwisata itu seperti apa. Ia juga meminta agar pemerintah tidak lagi menjadikan Cireundeu sebagai tempat pembuangan sampah.

“Kalau memang betul mau dijadikan pariwisata, jangan sampai menghilangkan unsur kampung adat Cireundeu. Kalau bisa, lahan yang sebelumnya dipakai untuk membuang sampah, itu dibangun dan dijadikan sarana eco edu wisata, ekologinya ada, edukasinya plus wisata berjalan berdampingan,” pungkasnya.

(gat).

~ Kampung Adat Cireundeu ~

 


loading...

Feeds

ilustrasi gempa Tasikmalaya, Jawa Barat

Kisah Kiper Persib Alami Gempa

POJOKJABAR.com, BANDUNG– Korban gempa ternyata juga hampir membuat Kiper Persib Imam Arief Fadhilah menjadi korban. Refleksnya saat itu Imam selamatkan …
Aksi Tolak Trump dari Purwakarta (FB Ikbal Fauzi.)

Warga Purwakarta Tolak Pernyataan Trump

POJOKJABAR.com, PURWAKARTA– Aliansi Masyarakat Selamatkan Al-Aqsha (AMSA) Purwakarta menggelar Aksi Bela Palestina di Jalan Kemuning, Nagrikaler, Purwakarta, Sabtu (16/12/2017). Hal …