Usai Porak-Porandakan Bandung, Badai Bergerak ke Utara Jawa Barat

Hujan badai di Bandung. Iman H/Pojokbandung

Hujan badai di Bandung. Iman H/Pojokbandung

POJOKJABAR.com, BANDUNG РBadan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun kelas I Bandung, memprediksi hujan badai yang telah memporak-porandakan Kota Bandung dalam satu jam, Rabu (20/4) kemarin, kemungkinan bakal bergeser ke wilayah Utara Jawa Barat. Sebab, kawasan seperti Indramayu, Cirebon dan Kuningan akan lebih awal berganti musim dari penghujan ke kemarau.

“Kejadian kemarin di Bandung dan sekitarnya hanya fenomena peralihan musim (pancaroba) dan akan beralih ke daerah lain,” ucap Prakirawan BMKG Statsiun Geofisika Kelas I Bandung, Jadi Hendarmin saat ditemui diruang kerjanya, Kamis (20/4).

Dalam peralihan musim fenomena cuaca ekstrem lumrah terjadi. Biasanya, hujan selalu dibarengi petir, angin kencang dan hujan es seperti kejadian di Kota Bandung. Berbeda dengan musim penghujan yang dampaknya lebih condong kepada longsor atau banjir. “Beberapa wilayah di Jabar akan memasuki musim kemarau, akhir Mei atau awal Juni,” timpal Hendarmin.

Meski begitu, Hendarmin menegaskan, untuk kota/kabupaten di wilayah utara, kecil kemungkinan atau tidak akan mengalami cuaca se-ektream seperti di Kota Bandung. Sebab, awan jenis cumolonimbus (CB) tidak selalu terbentuk setiap waktu. Tergantung, jenis awan dan kondisi suhu di udara ataupun di permukaan tanah.

“Berbicara awan artinya berbicara dimensi ruang dan waktu. Dimensi ruang lebih kepada ketebalan sedangkan waktu tergantung kondisi uap air. Jadi kecil kemungkinan tidak akan terulang (tingkat keparahan,red) apalagi di tempat dan waktu yang sama,” paparnya.

Hendarmin melanjutkan, melihat musibah yang terjadi di Kota Bandung disebabkan, pengaruh awan jenis CB dengan posisi menjulang vertikal kemudian terdorong dan menyentuh permukaan tanah yang suhunya 24,4 derajat celsius atau lebih dingin satu jam sebelumnya yakni 28,4 derajat celsius. Hal itu pula penyebab terjadinya hujan es lantaran kelembaban udara asalnya 63 menjadi 83 persen lebih dingin dan lembab. “Imbasnya kecepatan air hujan kemarin di atas 60-70 kilometer perjam,” tutupnya.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana Kota Bandung, Ferdy Ligaswara menambahkan, info terakhir data pohon dan reklame tumbang di kota Bandung akibat musibah hujan badai tersebut¬†jumlahnya menjadi 63 titik lokasi. “Kemarin 53 titik, setalah dievaluasi dilalangan nambah 10 titik, tapi hanya pohon tumbang,” tuturnya.

Ferdi menyebut, hingga saat ini pihaknya belum bisa memprediksi secara pasti besaran kerugian materil lantaran timnya masih melakukan pendataan, pengecekan di lapangan dan evaluasi tingkat kerusakan. “Jika diperkirakan nilai kerugian mencapai ratusan juta. Ya’ tapi kami bersyukur tidak ada korban jiwa,” pungkasnya.

(arh)

~ Hujan Badai di Bandung ~

 



loading...

Feeds

U-19

Ingin PERSIB U-19 Lupakan Kekalahan

Tak mau terlarut dalam kekecewaan setelah rekor unbeaten terhenti, Hal tersebut untuk mempersiapkan diri untuk laga penutup fase grup Liga …