Gubernur Jabar, Ahmad Heryawan Lebih Suka Kopi Giling Jawa Barat

Gubernur Jabar Ahmad Heryawan (tengah) usai membubuhkan sidik jari pada logo

Gubernur Jabar Ahmad Heryawan (tengah) usai membubuhkan sidik jari pada logo "West Java Coffee Festival 2016" di TSM, Bandung.

POJOKJABAR.com, BANDUNG – Kualitas kopi asal Jawa Barat mampu bersaing di dunia internasional. Terbukti, di beberapa ajang kompetisi dunia, kopi asal tatar Sunda ini cukup merajai raihan juara.

Salah satunya kopi jenis arabika atau Java Preanger Coffee asal Gunung Puntang, Kabupaten Bandung yang sukses meraih penghargaan Specialty Coffee Association of America Expo 2016 di Atlanta, Georgia Amerika Serikat dan di Melbourne Australia.

“Ini prestasi yang membanggakan bagi warga Jabar, kopi gunung puntang meraih peringkat pertama dengan harga lelang mencapai USD 55 per kilogram atau Rp750 ribu perkilogramnya,” ujar Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan saat meresmikan Pameran “West Java Coffee Festival 2016” di Trans Studio Mall (TSM), Bandung, akhir pekan kemarin.

Gubernur yang akrab disapa Aher itu, menegaskan, Pemprov Jabar akan terus berkomitmen untuk meningkatkan kualitas kopi Jabar sehingga bisa lebih Go Internasional.
Aher sendiri mengaku penikmat kopi sejak dulu, karena khasiatnya yang bisa membuat badan menjadi awet muda, terutama bagi kaum hawa.

“Saya sejak dulu minum kopi, karena khasiatnya sangat banyak, terutama buat wanita bisa menjadikan kulit halus, di dalam kopi juga mengandung zat anti oksidan yang dapat menghilangkan zat-zat kotor dalam tubuh, meluruskan syaraf-syaraf dan mencegah stroke,” papar Aher.

Namun ada kebiasaan Aher saat minum kopi. Orang nomor satu di Jabar itu, lebih suka minum kopi yang digiling ketimbang yang digunting (saset). “Saya punya langganan kopi di sebuh kafe di Bandung, dan saya selalu bertanya pada pembuat kopinya kalau saya tidak suka kopi instan yang digunting, melainkan yang digiling dan dibuat secara khusus,” tandasnya.

Sementara, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat, Hening Widiatmoko, mengakui kopi asli Jabar memiliki aroma yang khas kendati diseduh secara tradisional. Tak heran, kopi Jabar sangat digandrungi para penikmat kopi di luar negeri.

“Dengan digelarnya festival kopi ini, kopi Jabar semakin dikenal dan dicintai masyarakat. Selain itu, acara ini merupakan sarana para petani dan pelaku usaha kopi se Jabar untuk menunjukan kopi unggulannya,” jelas Hening. (nto)


loading...

Feeds