Banjir di Kabupaten Bandung Surut, Namun Pengungsi Masih Bertahan…

Suasana tempat Pengungsian Shalter BPBD Gedung Inkanas, Jalan Baleendah, Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung, Senin (31/10/2016). Lebih dari 150 Jiwa termasuk anak-anak, ditambah lansia, dan balita korban terdampak banjir akibat luapan Sungai Citarum tersebut diantaranya berasal dari Kelurahan Andir.

Suasana tempat Pengungsian Shalter BPBD Gedung Inkanas, Jalan Baleendah, Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung, Senin (31/10/2016). Lebih dari 150 Jiwa termasuk anak-anak, ditambah lansia, dan balita korban terdampak banjir akibat luapan Sungai Citarum tersebut diantaranya berasal dari Kelurahan Andir.

POJOKJABAR.com, KABUPATEN BANDUNG – Banjir yang melanda tiga kecamatan di Kabupaten Bandung sudah berangsur surut, Senin (31/10). Ketinggian air yang masih tersisa sekitar 30 sampai 100 cm. Meski begitu, sebanyak 642 KK masih bertahan di pengungsian karena curah hujan masih tinggi.

“Untuk genangan air di tiga kecamatan sudah berangsur surut, ketinggian antara 30 sampai 100 cm,” kata Koordinator Humas dan Protokoler Badan SAR Nasional (Basarnas) Bandung, Joshua kepada wartawan di Bandung, Senin (31/10/2016).

Joshua mengatakan, tim Basarnas dan petugas terkait lainnya sudah diterjunkan untuk membantu warga yang dilanda banjir sejak Sabtu (29/10). “Jumlah pengungsi di tiga kecamatan Baleendah, Bojongsoang, dan Dayeuhkolot sebanyak 642 KK (kepala keluarga) atau 2.007 jiwa,” sebutnya.

Ia menuturkan, seluruh pengungsi korban banjir itu tersebar di beberapa titik tempat pengungsian. Tercatat di Kecamatan Bojongsoang warga yang menempati Gedung Tanggo sebanyak 150 jiwa dari 50 keluarga, dan Desa Bojongsari 18 jiwa dari 5 keluarga.

Selanjutnya warga Kecamatan Dayeuhkolot tersebar di beberapa titik yang aman dari banjir seperti di aula yayasan, markas Koramil, kantor desa dan masjid.


loading...

Feeds