Dua Aset Kabupaten Bandung Barat Terkena Gusuran

Bupati Bandung Barat Abubakar

Bupati Bandung Barat Abubakar

POJOKJABAR.com, BANDUNG BARAT – Bupati Bandung Barat mengaku telah menerima surat dari PT Kereta Cepat Indonesia Cina (KCIC) terkait dua aset Pemkab Bandung Barat yang akan terkena jalur trase Kereta Cepat Jakarta-Bandung. Dua aset itu, yakni aset tanah di Desa Nyalindung, Kecamatan Cipatat dan jalan masuk menuju Rumah Potong Hewan (RPH) di Desa Campaka Mekar, Kecamatan Padalarang.

Hal tersebut diungkapkan oleh Abubakar didampingi Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Bandung Barat Adiyoto saat ditemui di Ngamprah, kemarin. Abubakar mengatakan, bahwa proses yang sedang digarap PT.KCIC sekarang sedang fokus soal pembebasan lahan untuk trase kereta.

“Ya saya sudah mendapakan suray yang dilayangkan oleh pihak PT KCIC, surat karena ada dua aset pemerintah desa dan RPH yang akan dilalui trase kereta,” ungkap di Ngamprah, kemarin.

Abubakar mengatakan, dalam hal ini pihaknya dalam waktu dekat akan membentuk tim yang akan mengurus bagaimana mekanisme untuk pembebasan sebagian lahan di kedua aset tersebut. “Mereka melayangkan surat minta ada mediasi untuk pembebasan kedua aset tersebut,” kata Abubakar.

Abubakar melanjutkan, pihaknya pun telah berkordinasi dengan Badan Pertanahan Negara (BPN) soal pembebasan lahan tersebut. Namun, karena ini sifatnya Business-to-business (B2B) antara pihak KCIC dengan Pemerintah jadi pihak BPN tidak dilibatkan.

“Untuk pembebasan yang dilakukan oleh KCIC, mereka (BPN) belum ada petunjuk karena proses pembebasnya business to business, kalau pembebasannya oleh pemerintah maka BPN akan dilibatkan,” terangnya.

Dikatakan Bupati, selain soal pembebasan lahan, dalam surat tersebut juga dipaparkan soal aktivitas kedepan yang akan dilakukan oleh PT.KCIC di sejumlah titik di Bandung Barat. “Mereka akan memeriksa dan penelitian di tanah desa dan pemda menyangkut soal kepadatan tanah untuk rancang bangun trase kereta,” ucapnya.


loading...

Feeds