Perangi Penyalahgunaan Narkoba Pakai Granat

Lula Kamal, praktisi kedokteran diapit Ketua DPP Granat, Henry Yosodiningrat dan jajaran DPP dan DPD Granat Jawa Barat, saat mengelar konferensi pers di Crown Plaza Hotel, Jumat (28/10).

Lula Kamal, praktisi kedokteran diapit Ketua DPP Granat, Henry Yosodiningrat dan jajaran DPP dan DPD Granat Jawa Barat, saat mengelar konferensi pers di Crown Plaza Hotel, Jumat (28/10).

 

POJOKJABAR.com, BANDUNG – Status darurat nasional peredaran Narkotika di Indonesia menjadi tantangan bagi generasi bangsa. Begitupun dengan Gerakan Nasional Anti Narkotika (Granat) yang menjaga eksistensinya memerangi segala bentuk narkotika di Indonesia selama 17 tahun.

Granat juga mengajak masyarakat untuk tidak ragu memerangi kejahatan jaringan obat-obatan terlarang yang saat ini sudah semakin mengkhawatirkan. Hal tersebut ditegaskan Ketua Dewan Pengurus Pusat (DPP) Granat Henry Yosodiningrat. Menurutnya, peredaran narkotika di kalangan masyarakat saat ini sudah semakin masif.

“Selain mencegah peredaran narkotika, kami juga bekerja secara sistematis untuk memberantas zat aditif lainnya yang disukai anak seperti lem dan jamur untuk pakan ternak,” kata Henry kepada wartawan dalam konferensi pers Munas II Granat di Bandung, Jumat (28/10/2016).

Henry melanjutkan, setiap hari 50 warga  meninggal dunia akibat mengonsumsi narkotika. Untuk mendapatkan zat haram tersebut pun kini tidak perlu bersusah payah lagi. Ada berbagai macam cara yang digunakan oleh pengedar untuk menyebarluaskan narkotika.

Maka untuk memberantas peredaran narkotika Henry meminta kepada pemerintah Indonesia untuk meningkatkan pengawasan terhadap dua gerbang masuk utama narkotika yaitu Provinsi Lampung dan Provinsi Banten.

“Lampung itu pintu masuk untuk Sumatera sedangkan Banten untuk Pulau Jawa dan masih banyak pintu-pintu lainnya. Kita harus bersinergi dalam memberantas narkotika demi masa depan generasi muda Indonesia,” kata Henry. (bil)

 

 

 

 


loading...

Feeds