Dua Jaksa Kejati Jabar Dituntut 9 Tahun Penjara, Ini Sebabnya…

Ilustrasi

Ilustrasi

POJOKJABAR.com, BANDUNG – Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntut dua jaksa dari Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jabar dengan hukuman 9 dan 5 tahun penjara. Kedua jaksa tersebut yakni Fahri Nurmallo, dituntut hukuman 9 tahun penjara dan Devyanti Rochaeni yang dituntut hukuman 5 tahun lantaran dinilai bersalah menerima suap dalam pengurusan penanganan perkara korupsi dana BPJS Kesehatan Kabupaten Subang.

Selain hukuman badan, keduanya juga diharuskan membayar denda Rp300 juta, subsidair kurungan 6 bulan penjara.

Dalam tuntutannya, JPU Fitroh Rohcahyanto menyatakan, kedua terdakwa terbukti bersalah secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi sebagaimana dalam dakwaan pertama, yakni 12 huruf a dan 11 undang-undang Tipikor Jo Pasal 55 ayat 1 ke satu KUHpidana, Jo Pasal 65 ayat satu KUHPidana.

“Memohon majelis hakim agar menjatuhkan hukuman terhadap terdakwa satu Fahri Nurmallo dengan hukuman sembilan tahun penjara, denda Rp300 juta, subsidair kurungan enam bulan,” katanya dalam sidang tuntutan kasus suap penanganan perkara korupsi BPJS Subang yang dipimpin Longser Sormin di Pengadilan Tipikor Bandung, Jln. L.L.R.E Martadinata, Rabu (26/10/2016).

Sebelum membacakan amar tuntutannya, tim JPU KPK juga membacakan hal yang memberatkan dan meringankan. Untuk hal yang memberatkan perbuatan kedua terdakwa tidak mendukung program pemberantasan korupsi, dan mencederai korps penegak hukum (kejaksaan).

Sementara untuk yang meringankan, kedua terdakwa berlaku sopan selama persidangan, mengakui dan menyesali perbuatannya, dan belum pernah dihukum. Khusus untuk terdakwa dua (Devyanti) ditetapkan sebagai justice collaborator dalam pengungkapan tindak pidana korupsi.


loading...

Feeds

Pemkot Cirebon, memberikan bantuan kepada korban banjir. Foto: pey/pojokjabar

Pemkot Beri Bantuan Korban Banjir Suba

POJOKJABAR.com CIREBON-Pemerintah Kota (Pemkot) Cirebon langsung memberikan bantuan langsung ke warga yang terdampak banjir luapan aliran sungai Suba, Jumat (23/2/2018) …