Pascabanjir di Wilayah Kota Bandung, Omset Percetakan pun Turun

Karyawan Percetakan di Jalan Pagarsih sudah kembali beraktifitas seperti biasa pascabanjir bandang yang melanda, Senin (24/10) lalu.

Karyawan Percetakan di Jalan Pagarsih sudah kembali beraktifitas seperti biasa pascabanjir bandang yang melanda, Senin (24/10) lalu.

POJOKJABAR.com, BANDUNG – Pasca-banjir dibeberapa titik di Kota Bandung, Senin (24/10) lalu. Beberapa pengusaha percetakan di Jalan Pagarsih Kelurahan Cibadak Kecamatan Astana Anyar terkena dampaknya sehingga mengalami kerugian mencapai 50 persen.

Salah satunya, Alan (40), pemilik percetakan Sinar Surya Cemerlang mengatakan, saat banjir  terjadi konsumen yang berencana mau datang harus untuk mengurungkan niatnya karena terjebak  banjir sehingga omset pendapatan berkurang. Diantaranya, konsumen dari Kabupaten Garut dan  Cikampek.

“Omset berkurang drastis dalam satu hari biasa mendapat Rp 50-60 juta jadi Rp 30-40 juta,”  jelasnya saat ditemui di tempat kerjanya, Selasa (25/10/2016).

Alan mengungkapkan, sejak 2006 percetakannya berdiri, 2016 merupakan banjir terparah yang  pernah terjadi ditambah lagi banyak menimbulkan kerugian baik itu materi ataupun non materi.

“Mungkin pengusaha lain lebih banyak lagi kerugiannya, kalau saya selain omset berkurang  mobil juga rusak penyok-penyok dan mesin mati, diperkirakan biaya perbaikan mencapai Rp 10  juta,” terangnya.

Alan berharap, pihak Pemkot Bandung bisa merespon dengan cepat untuk mengatispasi hal  tersebut agar tidak terulang kembali.

“Kami usaha disini ingin tenang terlebih potensi usaha sekarang sedang berkembang. Kalau  dibiarkan seperti ini merugikan pengusaha kecil,” ungkapnya.

Senada, Yandi Noviandi (26), pemilik percetakan Kita Desaint menurutkan, akibat banjir  keuntungan yang didapatnya berkurang 20-30 persen atau sekitar Rp 10 juta.

“Dalam tiga jam Rp 10 juta melayang. Artinya, konsumen yang mau membawa barang dan membayar  harus dipending sehingga modal untuk esok harinya tersendat,” tandasnya.(arh)


loading...

Feeds