Diterjang Banjir Tembok SMAN 9 Kota Bandung Jebol

Warga beraktivitas di sekitar jebolnya tembok sekolah akibat meluapnya Sungai citepus di SMAN 9 Bandung, Jalan LMU Suparmin, Kota Bandung, Senin (24/10). Kejadian tersebut sempat mengagetkan sejumlah pelajar dan warga sekitar. Sementara, Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

Warga beraktivitas di sekitar jebolnya tembok sekolah akibat meluapnya Sungai citepus di SMAN 9 Bandung, Jalan LMU Suparmin, Kota Bandung, Senin (24/10). Kejadian tersebut sempat mengagetkan sejumlah pelajar dan warga sekitar. Sementara, Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

POJOKJABAR.com, BANDUNG – Luapan air sungai Citepus tak hanya menenggelamkan kawasan Pasteur dan sekitarnya. Deras air yang mirip dengan banjir bandang itu juga menjebol tembok bangunan SMAN 9 Kota Bandung. Akibatnya, ratusan siswa yang tengah belajar dievakuasi.

Wakil Kepala Sekolah SMAN 9 Kota Bandung Iwan Hermawan mengungkapkan, jebolnya tembok pembatas sekolah, membuat kawasan sekolahnya tergenang banjir setinggi 30-100 cm. Banjir yang menggenangi sekitar delapan kelas ini baru pertama kali terjadi. Selain itu, masjid dan ruang perpustakaan pun turut terendam.

“Pinggirnya jebol, jadi terendam sekitar 30 cm hingga satu meter. Air datang begitu cepat,” kata Iwan.

Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Jawa Barat, Gatot Tjahyono ikut angkat bicara. Menurutnya, banjir yang terjadi di sejumlah titik di Kota Bandung akibat pembangunan yang massif namun tidak memperhatikan lingkungan. Gatot menyayangkan hal tersebut karena sebenarnya Kota Bandung berada di dataran tinggi.

Gatot pun menilai hal ini akibat pola pembangunan yang tidak dibarengi dengan perbaikan drainase air. Gorong-gorong yang menjadi saluran air tidak diperhatikan dengan baik.

“Jalanan di Kota Bandung ini tidak memperhitungkan gorong-gorong. Banyak jalan yang tidak ada solokannya, sehingga sampah menumpuk di kanan-kiri,” tandas Gatot.

Sehingga, masyarakat pun agar lebih disiplin dengan tidak membuang sampah sembarangan. Gatot juga meminta Walikota Bandung Ridwan Kamil untuk lebih terbuka dengan meminta bantuan Pemerintah Provinsi Jabar dalam mengatasinya. “Saya sarankan walikota untuk minta bantuan provinsi. Minta bantuan biaya untuk pembangunan trotoar dan solokan,” katanya.

Gatot menyarankan, Pemkot Bandung agar segera melakukan serangkaian langkah penting, mengingat cuaca ekstrem masih menghantui Bandung Raya dan sekitarnya. “Aliran sungai agar dikeruk, sampah yang menjadi penyumbat juga mesti terangkut,” tandasnya.

Tak hanya itu, Gatot juga menyoal tentang izin pembangunan di Kawasan Bandung Utara (KBU) yang keberadaannya akan merusak proses penyerapan air. Ia berharap, Pemkot Bandung melakukan langkah-langkah yang bersifat permanen untuk mengantisipasi banjir di kemudian hari.

“Warganya juga mesti ikut membantu pemerintah dengan bergotong royong dan tidak membuang sampah ke aliran air. Kita semua harus melakukan sesuatu sesuai dengan kemampuan kita untuk Kota Bandung,” pungkasnya. (agp)

AHM Luncurkan All New Honda PCX Produksi Indonesia

loading...

Feeds