Pengurus Anak Cabang di Kota Bandung Tepis Adanya Money Politic

Partai Hanura

Partai Hanura

POJOKJABAR.com, BANDUNG – Pengurus Anak Cabang (PAC) Partai Hanura bantah money politics. “Penetapan Endun Hamdun sebagai ketua terpilih saat Musyawarah Cabang II (Muscab) Agustus lalu telah sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) serta Peraturan Organisasi (PO) partai,” ujar Ketua PAC Hanura Cinambo Saeful Rochman

Saeful menegaskan, pihak yang mengatasnamakan Forum PAC bukan bagian dari struktural Partai Hanura. Selain itu, bukan juga yang mewakili suara PAC di Kota Bandung. “Mereka (Forum PAC) yang menyatakan ‘money politic’ bagian dari orang-orang yang tidak paham bagaimana sih cara dalam berorganisasi yang baik,” kata Saeful kepada wartawan.

Menurut Saeful,mekanime pemilihan Ketua DPC telah sesuai aturan. Pada Peraturan Organisasi (PO) nomor SKEP/ 065/ DPP Hanura/ XI/ 2015 pasal 35 tentang persayaratan calon di poin a menyebut kader yang akan mencalonkan diri harus mendapat rekomendasi DPP.

” Kalau DPD hanya pihak yang menyelenggarakan. Artinya, rekomendasi itu menjadi rujukan di pemilihan ketua DPC periode 2016-2021 tanpa melalui voting,” terangnya.

Terkait dana yang menjadi salah satu syarat bakal calon (balon), Saeful menilai bila hal itu bukan sesuatu yang mutlak. “Dana itu bervariasi sesuai penafsiran tentang kebututuhan pengembangan partai khususnya PAC kedepan. Tidak ada nominal keharusan dan parameter agar terpilih menjadi ketua,” jelas Saeful.

Saeful menambahkan isu bila dana dua kandidat yang mengalami kekalahan yakni Jhonson Panjaitan sebesar Rp465 juta serta Ade Fahruroji Rp150 juta diganti oleh ketua terpilih tanpa sebuah fakta. “Silahkan dibuka bila ada bukti. Poinnya proses pemilihan itu tidak menciderai aturan,” ungkapnya.

Ketua DPC Partai Hanura Kota Bandung Endun Hamdun menegaskan tidak benar bila dirinya yang memberikan ganti rugi deposit kepada kedua bakal calon yang kalah dalam pemilihan kursi ketua. Dia juga menilai bila persoalan internal yang terjadi ditubuh partai Hanura yang baru sekitar dua bulan dipimpinnya itu karena adanya miskomunikasi. “Itu tidak ada saya yang mengembalikan. Disisi lain saya lihat memang ada indikasi untuk menggulingkan saya,” katanya.

Sebagai pimpinan terpilih, lanjut Endun, dirinya telah berkomunikasi dengan DPD Jabar dan DPP sebagai induk partai agar persoalan ini segera selesai diinternal. Disinggung sejauh mana pengaruh pasca berhembusnya kabar ini pada kepengurusan Hanura di Kota Bandung, Endun mengaku secara global tidak ada.

“Yang saat ini terjadi pemberitaan itu mengganggu pihak DPD Jabar. Karena merasa sangat dipojokan dengan kabar itu,” pungkasnya. (mur)


loading...

Feeds