Salah Satu BUMD di Kabupaten Bandung Barat Ini Siap Tingkatkan Pasokan Air Bersih

Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kabupaten Bandung Barat, PT Multiguna Sarana (PMgS) bakal tingkatkan pasokan air bersih.

Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kabupaten Bandung Barat, PT Multiguna Sarana (PMgS) bakal tingkatkan pasokan air bersih.

POJOKJABAR.com, BANDUNG BARAT -Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kabupaten Bandung Barat, PT Multiguna Sarana (PMgS) bakal tingkatkan pasokan air bersih. Hal tersebut didasari karena meningkatnya permintaan masyarakat.

“Pemeliharaan sumber mata airnya yang terpenting, karena persoalan air tergantung curah hujan dan pemeliharaan kawasan konservasi sumber mata airnya. Kalau banyak penebangan pohon, kerusakan di kawasan mata air maka secara otomatis kandungan airnya pun akan berkurang,” ungkap Manajer Perencanaan PMgS, Yovita Yulia Dewi, Jumat (21/10/2016)

Nantinya air yang dipasok kepada pelanggan langsung dikirim dari sumber mata air yang dimiliki Kabupaten Bandung Barat. Air tersebut diolah melalui tahapan, pertama, masuk ke broncaptering (kolam penangkap mata air), untuk kemudian digravitasikan ke reservoar booster (kolam penampungan dan penyaringan pertama). Dari reservoar booster selanjutnya dipompakan ke reservoar gravitasi (kolam penampungan terakhir sebelum disalurkan kepada para pelanggan) dan terakhir distribusikan kepada pelanggan.

Sementara ini, PT PMgS kelola dua sumber mata air yang berlokasi di Kampung Cipadakati, Desa Mekarjaya, Kecamatan Cikalong Wetan dan sumber mata air di Kampung Cijanggel Desa Kertawangi, Kecamatan Cisarua. Dari dua sumber mata air tersebut, total jumlah Sambungan Rumah (SR) yang dapat dipasok ada sekitar 2900 SR yang tersebar di tiga kecamatan, yakni Cikalong Wetan, Padalarang dan Ngamprah.

“Ada beberapa yang sudah menjadi pelanggan, seperti 600 SR di Graha Padalarang Indah, perumahan Cimareme puluhan rumah dan banyak juga warga yang masuk daftar waiting list karena kami masih menyesuaikan dengan pasokan airnya,” kata dia.

Vita menjelaskan, jumlah pasokan air di kolam penampungan mata air Cibanteng kampung Cipadakati bisa mencapai 75 liter/detik. Namun, dikarenakan sumber mata air yang masih tersebar serta masih kurangnya daya listrik untuk menggerakan tiga pompa air yang tersedia menyebabkan pasokan air yang tertampung menjadi 40 liter/detiknya.

Untuk peningkatan volume air, pihaknya berupaya melakukan sejumlah perbaikan infrastruktur sistem saluran air, diantaranya penataan kawasan sumber mata air atau broncaptering (bangunan penangkap air baku dari mata air). Penataan broncaptering ini, lebih kepada bagaimana menjaga serta melestarikan sumber mata air yang ada agar lebih banyak menampung air.

“Bangunan broncaptering ini menyerupai kolam yang disekelikingnya akan kita tanam pepohonan dan bebatuan. Di dalam kolam juga dimasukan bebatuan yang berfungsi untuk menyaring kotoran yang masuk,” terang dia.

Selain itu, lanjut Vita, pihaknya pun berencana menambah pasokan listrik. Hal itu dilakukan untuk mengoptimalkan tiga pompa air yang tersedia. “Kita juga rencananya akan menambah daya listrik ke PLN, karena pompa yang digunakan saat ini baru satu dari tiga pompa karena kurangnya daya listrik,” terangnya.

Vita berharap dengan pemeliharaan dan pelestarian sumber mata air serta perbaikan infrastruktur yang lebih optimal bisa meningkatkan jumlah pasokan air. Dengan demikian, semakin banyak masyarakat yang bisa merasakan manfaat dari adanya sumber mata air yang dimiliki Kabupaten Bandung Barat.

“Kalau dioptimalkan bisa nambah 2000 pelanggan lagi, tapi itu semua tergantung bagaimana memelihara kawasan konservasi sumber mata airnya,” pungkasnya. (*)


loading...

Feeds