Pasca Kematian Bocah, Izin Waterbom Jajaway Bandung Dipertanyakan

Waterboom Jajaway di Bandung Barat

Waterboom Jajaway di Bandung Barat

POJOKJABAR.com, BANDUNG BARAT – Komisi I DPRD KBB akhirnya menggelar inpeksi mendadak (Sidak) ke Waterbom Jajaway di Desa Mekarsari Kacamatan Cipongkor, Kabupaten Bandung Barat. Sidak dilakukan menyusul kematian bocah SD Kelas V yang tewas tenggelam beberapa waktu lalu. Disinyalir, Waterbom Jajaway belum kantongi izin dari pemerintah daerah setempat.

“Baru salah satu bangunan saja izin mendirikan bangunannya yang terbit. Sedangkan, izin operasionalnya mana?,” tanya anggota Komisi I Yayat Sudayat, Jumat(21/10/2016).

Menurut Yayat, izin oprasional sangat diperlukan untuk antisipasi kejadian yang tidak diinginkan.

“Kejadian itu siapa yang lantas bertanggungjawab asuransi saja tidak adan,” sebutnya.

Politisi PDI Perjuangan ini menyebutkan, korban tewas di Waterbomm Jajaway bukan kejadian yang kali pertama terjadi. Sebelumnya, kata dia, korban tewas akibat tenggelam di Jajaway juga pernah terjadi.

“Saya mohon kepada pihak Jajaway agar bisa memperketat lagi pengawasan. Tapi hal yang terpenting bereskan dulu perizinannya,”pungkasnya.

Nasib naas menimpa M. Lazuardi (10). Bocah kelas V SDN Cibeureum Citalem ini tewas tenggalam di Waterboom Jajaway Kampung Jajaway RT 01/RW 05 Desa Mekarsari, Kecamatan Cipongkor, Kabupaten Bandung Barat (KBB). Namun sejauh ini, Polisi tidak menentukan tersangka dalam peristiwa tersebut.

Peristiwa yang menimpa warga Kampung Cimandila RT 02/RW 04, Kecamatan Cipongkor, KBB terjadi, Sabtu (15/10/2016) lalu sekitar pukul 11.30 WIB. Korban saat itu sedang melaksanakan kegiatan renang bersama teman sekolahnya dari SDN Cibeureum Citalem. Tiba-tiba, teman korban berteriak bahwa korban ada di dalam air kolam tidak kembali lagi. Merespon teriakan teman korban, penjaga kolam dan guru yang ada di sekitar kolam langsung melakukan upaya pertolongan terhadap korban dengan memberikan nafas buatan.

Karena tidak ada reaksi dan tetap tidak sadarkan diri, korban langsung dibawa ke Puskesmas Citalem. Namun sayangnya nyawa korban sudah tidak bisa diselamatkan.

“Dokter menyatakan korban sudah meninggal dunia,” ujar Kapolres Cimahi, AKBP Ade Ary Syam Indradi dihubungi wartawan, Jumat (21/10/2016) .

Ade mengatakan, dalam peristiwa tersebut tidak ada yang dijadikan tersangka.

“Kami imbau kepada semua pihak agar hati-hati dalam melakukan aktifitasnya. Polres Cimahi mengucapkan turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas musibah ini. Semoga keluarga yang ditinggalkan bisa sabar,” pungkasnya. (bwo)


loading...

Feeds