Bank Indonesia – Pemprov Jabar Dorong Pertumbuhan Ekonomi Jawa Barat

Kepala BI Jabar, Rosmaya Hadi (empat dari kiri) dan Sekda Jabar, Iwa Karniwa (lima dari kiri) bersama peserta Forum Policy Dialogue Ekonomi dan Keuangan Jabar di Gedung Sate, Kamis (20/10/2016).

Kepala BI Jabar, Rosmaya Hadi (empat dari kiri) dan Sekda Jabar, Iwa Karniwa (lima dari kiri) bersama peserta Forum Policy Dialogue Ekonomi dan Keuangan Jabar di Gedung Sate, Kamis (20/10/2016).

POJOKJABAR.com, BANDUNG -Demi mendorong pertumbuhan ekonomi di Jabar, Pemprov Jabar dan Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Jabar menggelar Forum Policy Dialogue Ekonomi dan Keuangan Daerah Provinsi Jawa Barat di Gedung Sate, Kamis (20/10).

Gelaran forum yang mengangkat tema “Mendorong Pertumbuhan Ekonomi yang Inklusif dan Berkelanjutan” ini dipimpin oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Jabar, Iwa Karniwa dan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jabar, Rosmaya Hadi. Forum tersebut bertujuan membahas strategi serta kebijakan yang perlu difokuskan untuk menjaga momentum perbaikan ekonomi di tengah risiko yang masih berkembang baik dari domestik maupun global. Selain risiko-risiko tersebut, telah dipetakan beberapa prioritas tantangan perekonomian Jabar yang secara fundamental dapat menghambat akselerasi pertumbuhan ekonomi serta pemerataan kesejahteraan masyarakat.

Menurut Kepala KPw BI Jabar, Rosmaya Hadi, secara umum, kondisi perekonomian Jabar terpantau terus membaik khususnya di tengah pertumbuhan ekonomi yang terus meningkat diiringi tingkat inflasi yang terus menurun selama semester I 2016. “Sejalan dengan hal tersebut, tingkat kemiskinan dan tingkat pengangguran hingga triwulan I 2016 juga terpantau menurun secara tahunan,” ujar Rosmaya.

Namun demikian, menurut Rosmaya, pertumbuhan ekonomi yang terakselerasi pada triwulan II 2016 sebesar 5,88% ini masih berada di bawah rata-rata pertumbuhan PDRB Jabar selama enam tahun terakhir sebesar 6,02%. “Hal ini menunjukkan bahwa perekonomian Jabar saat ini belum sepenuhnya pulih ke tingkat pertumbuhan fundamentalnya. Dari aspek kesenjangan, pertumbuhan ekonomi yang melambat khususnya hingga tahun 2015 diiringi dengan ketimpangan yang tercermin dari gini ratio yang juga relatif meningkat ke level 0,41 walaupun masih di bawah ambang batas kesenjangan 0,50,” paparnya.

Upaya akselerasi peningkatan daya saing yang dilakukan Pemprov Jabar telah mampu meningkatkan posisi daya saing Jabar dibandingkan provinsi lain di Indonesia dari peringkat 5 menjadi peringkat 4 di tahun 2016 (berdasarkan Asia Competitiveness Institute).

Namun demikian, lanjut Rosmaya, masih terdapat beberapa tantangan fundamental yang perlu dibenahi di Jabar, antara lain peningkatan karakteristik industri dari medium dan low tech ke high tech, ketimpangan pembangunan dan kesejahteraan antara Jabar bagian utara dan selatan, pertumbuhan yang kurang inklusif dan merata, tata niaga dan distribusi pangan yang berorientasi ke kota besar di luar Jabar dan penataan zonasi khusus berdasarkan keunggulan ekonomi daerah yang belum berjalan efektif, dan lain-lain. (*/nto)


loading...

Feeds