Lagi dan Lagi… Tuntut Kenaikan Gaji, Para Buruh Demo di Depan Gedung Sate

Foto Ilustrasi

Foto Ilustrasi

POJOKJABAR.com, BANDUNG – Buruh yang tergabung dalam Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) melakukan aksi demo di depan Gedung Sate, Kamis (20/10). Demo tersebut bertepatan dengan dua tahun kerja pemerintahan Jokowi-JK. Buruh meminta adanya kenaikan gaji mereka dengan nilai minimal Rp 650 ribu.

Beberapa tuntutan lainnya para buruh meminta pemerintah untuk mencabut peraturan pemerintah nomor 78 tahun 2015 dan mencabut undang-undang mengenai tax amnesty.

Ketua Konsulat FSPMI Cabang Bandung Raya, Asep Supriatman, mengatakan aksi ini untuk memperingati dua tahun kepemimpinan Jokowi-JK sekaligus mengingatkan janji-janji mereka kepada buruh, namun dengan adanya aksi ini mereka menyatakan kepemimpinana Jokowi-JK gagal.

“Kaum buruh menyatakan presiden Jokowi telah gagal mensejahterahkan buruh dan rakyat kecil. Hal ini bisa dilihat dari diterbitkannya kembali PP nomor 78 tahun 2015 kepada gubernur mengenai pengupahan, ini membuat buruh rugi. Upah buruh Indonesia masih rendah dibandingkan buruh di Vietnam, Philipina dan Thailand,” ujar Asep.

Asep juga menjelaskan mengenai tuntutan kenaikan upah Rp 650 ribu tersebut sudah sesuai dengan perhitungan kebutuhan buruh. Saat ini, rata-rata buruh menerima Rp 2,2 juta per bulannya. Kata Asep dengan nilai upah sebesar itu belum mencukupi kebutuhan hidup buruh, terutama buruh yang sudah berkeluarga.

“Untuk upah masih minim saat ini, masih di angka Rp 2,2 juta per bulan, mungkin kalau untuk buruh yang masih lajang bisa, tapi buruh yang sudah berkeluarga tidak akan cukup. Belum makan, ngontrak rumah dan keperluan lainnya,” jelas Asep.

Selain tuntutan kenaikan gaji, para buruh juga menuntut untuk mencabut undang-undang tentang tax amnesty. Undang-undang tersebut dinilai menciderai rasa keadilan buruh dan rakyat yang taat membayar pajak, tapi para penguasa justru diampuni membayar pajak.

Aksi ini dilakukan dengan longmarch dari Cimahi, Batu Jajar dan Gedung Sate yang diikuti lebih kurang seratus massa aksi. Pada 27 Oktober mendatang, lanjut Asep, akan diadakan aksi demo yang lebih besar dan membawa buruh seluruh tingkat Jawa Barat.

“Buruh di sini hanya menuntut keadilannya saja. Nanti kami akan melakukan kembali aksi yang lebih besar, tanggal 27 Oktober mendatang bersama seluruh buruh di Jawa Barat dengan tuntutan yang sama,” pungkas Asep. (raj)


loading...

Feeds