Pemkab Bandung Barat Aktifkan Kembali “Kampung KB”

Ilustrasi Kampung KB

Ilustrasi Kampung KB

POJOKJABAR.com, BANDUNG BARAT – Pemerintah Kabupaten Bandung Barat akan mengaktifkan dan mengembangkan kembali program “Kampung KB” sebanyak 165 kelompok hingga tahun 2018 mendatang.

Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (BP3AKB) Kabupaten Bandung Barat Asep Ilias menyebutkan, bahwa hingga kini angka usia nikah pertama masyarakat masih rendah dan berada dikisaran 18,75. Sedangkan angka Total Fertility Rate (TFR) terhitung tinggi dalam kisaran 2,6.

“Hal-hal tersebut berdampak langsung pada tingginya angka kemiskinan di Kab. Bandung Barat, sehingga menghambat pembangunan keluarga dan pengendalian penduduk secara kuantitas. Untuk menanggulanginya, pemerintah telah melakukan berbagai upaya, salah satunya dengan mengaktifkan dan mengembangkan kembali program Kampung KB yang merupakan salah satu program unggulan dari BKKBN Pusat,” terang Asep ketika menyampaikan laporannya pada Peringatan Hari Keluarga XXIII tingkat Kab. Bandung Barat di lapangan Pelataran Kantor Kecamatan Cipongkor, Rabu (19/10).

Dan sebagai bentuk upaya agar bisa lebih baik dari kab/kota lain di Jawa Barat, Pemerintah Kab. Bandung Barat telah menargetkan terbentuknya 165 kelompok “Kampung KB” selama 3tahun kedepan, dimulai pada tahun 2016 – 2018 dengan asumsi satu kelompok disetiap desa.

Sementara itu, untuk mensukseskan program “Kampung KB” ini, Bupati Bandung Barat H. Abubakar meminta seluruh aparat kewilayahan, mulai Camat, Kepala Desa, RW, RT dan stakeholder lainnya untuk lebih meningkatkan peranan sesuai tugas pokok dan fungsinya masing-masing dengan lebih mengenali potensi yang dimiliki wilayah tempatnya bertugas.

“Optimalkan kembali peran kita dalam masyarakat sesuai tugas pokok dan fungsi, sehingga masyarakat mendapatkan informasi yang tepat agar permasalahan kemiskinan yang kerap menghantui bisa ditekan secara maksimal. Dengan demikian pembangunan keluarga dan pengendalian penduduk melalui program KB dapat berhasil sesuai dengan harapan,” ujarnya.

Selain itu, Abubakar meminta masyarakat beserta stakeholder terkait untuk tetap membentengi para generasi penerus daribpengaruh-pengaruh negatif pergaulan akibat derasnya arus informasi yang semakin mudah didapatkan.

“Karena dengan melindungi mereka dari permasalahan yang mungkin timbul akan jauh lebih efektif dalam menangani permasalahan kependudukan yang kini tengah dirasakan,” pungkasnya. (bie)


loading...

Feeds