Tanah Longsor Mendominasi di Wilayah Bandung Barat

Ilusrasi Bencana Longsor .

Ilusrasi Bencana Longsor .

POJOKJABAR.com, BANDUNG BARAT – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung Barat (KBB) mencatat 19 kejadian bencana di beberapa wilayah Kabupaten Bandung Barat. Diantaranya 17 kejadian merupakan kejadian bencana tanah longsor dan dua kejadian lainya merupakan bencana luapan air.

Kepala BPBD KBB, Wawan Hermawan mengatakan, meski tak ada korban jiwa, namun kurugian materi diperkirankan hingga ratusan juta rupiah. Bencana itu tersebar di sejumlah titik seperti 2 titik di Lembang, 3 titik di Padalarang, 3 titik di Cipatat dan sisanya di Saguling.

“Kejadiannya memang secara sporadis dalam dua hari. Paling banyak terjadi dan terparah di Kecamatan Saguling,” tutur Wawan kepada wartawan di Lembang, Senin (17/10/2016).

Adapun terkait status tanah di lokasi longsor yang paling parah yakni di Kampung Cikarang RT 2 RW 7 Desa Saguling Kecamatan Saguling. Pihaknya masih mengungu hasil kajian dari Badan Geologi Bandung. Relokasi akan dilakukan jika hasil kajian menetapakan bahwa lokasi tersebut tidak layak dijadikan tempat pemukiman bagi warga.

“Mereka sudah ke lokasi dan mengambil sampel tanah. Tapi untuk hasilnya, kami juga masih menunggu, apakah lokasi tanah itu bisa tetap dijadikan tempat tinggal atau sebaliknya dan harus direlokasi,” jelasnya.

Wawan mengatakan, pemberlakuan status tanggap darurat berlaku selama 14 hari terhitung sejak tanggal 10 Oktober. Sedangkan bantuan yang sudah diberikan berasal dari anggaran dana tak terduga (DTT) sebesar Rp 210 juta. Menurut Wawan, dana sebesar itu untuk menyewa dua alat berat dan sewa peralatan umum lainya. Sedangkan untuk batuan logistik lainya menggunakan dana sosial yang berasal dari masing-masing Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD).

“Seperti untuk bantuan logistik dari Dinsosnakertrans, bantuan obat-obatan dari Dinkes dan rakor dari Bagian Kesra Setda KBB. Karena memutus akses jalan, maka status tanggap darurat diberlakukan. Sehingga dana DTT itu bisa digunakan untuk upaya penanggulana bencana,” pungkasnya. (*)


loading...

Feeds