Pasca Bencana, Saguling Bandung Barat Tanggap Darurat 14 Hari

Bupati KBB, Abubakar saat meninjau pembangunan jalan di Kecamatan Saguling, KBB

Bupati KBB, Abubakar saat meninjau pembangunan jalan di Kecamatan Saguling, KBB

POJOKJABAR.com, BANDUNG BARAT -Pascakejadian longsor yang menimpa lima Desa di Kecamatan Saguling, Pemerintah Kabupaten Bandung Barat menetapkan status tanggap darurat selama 14 hari ke depan. Hingga Kamis 14 Oktober 2016, akses jalan di Kampung Cikarang, Desa Saguling belum bisa dilalui lantaran masih tertimbun material longsoran tanah. Sementara, puluhan keluarga masih mengungsi di rumah kerabat mereka.

Berdasarkan pantauan di lapangan, sejumlah jalan yang sebelumnya tertutup longsor dan ambrol sudah mulai dibersihkan serta diperbaiki. Alat berat pun sedikit kesulitan akan segera diturunkan untuk membersihkan jalan serta memperbaiki infrastruktur jalan yang rusak.

Bupati Bandung Barat Abubakar menuturkan, status tanggap darurat diberlakukan hingga 14 hari ke depan. Selama masa itu, pemerintah daerah beserta aparat ke wilayahan, berbagai instansi terkait dibantu masyarakat setempat mengintensifkan penanganan pascabencana.

“Termasuk yang paling mendesak yaitu akses jalan di Kampung Cikarang. Longsoran tanah akan dibersihkan dengan menggunakan alat berat,” ujar Abubakar saat meninjau longsor di Desa Saguling, Kecamatan Saguling, Kamis (13/10/2016).

Abubakar mengungkapkan, setelah status tanggap darurat ditetapkan, penanganan longsor di Saguling akan menggunakan Dana tak terduga dari pos APBD kabupaten. Dana yang tersedia saat ini Rp 3,9 miliar setelah dialokasikan tambahan pada APBD perubahan.

Sementara untuk perbaikan rumah-rumah yang rusak akibat longsor, lanjut Abubakar, saat ini tengah dilakukan analisis oleh Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang KBB. Analisis tersebut dilakukan untuk menghitung total kerugian akibat terdampak longsor.

“Saya sudah perintahkan Kadis Cipta Karya untuk menganalisis dampak longsor ini. Silakan ajukan berapa dana yang dibutuhkan untuk para korban longsor,” jelasnya.

Abubakar menambahkan, pihaknya belum bisa memastikan, apakah relokasi perlu dilakukan. Soalnya, hal itu membutuhkan kajian teknis dari Badan Geologi. Kalaupun harus direlokasi, perlu kajian lagi untuk menentukan lahan relokasi.

Sementara itu, seorang warga yang mengalami luka berat, yakni Ecih (50), warga Kampung Cikarang, Desa Saguling saat ini masih dirawat di RS Hasan Sadikin Bandung. Korban mengalami retak tulang pinggul akibat tertimpa reruntuhan rumah saat longsor.

“Untuk korban luka berat ini, sebelumnya ditangani RSUD Cililin lalu dirujuk ke RSHS Bandung. Biaya sepenuhnya ditanggung pemerintah daerah,” jelasnya.

Untuk itu Abubakar mengimbau agar masyarakat setempat tetap waspada terhadap kemungkinan terjadinya bencana alam. “Soalnya, saat ini curah hujan cukup ekstrem dan masih berpotensi menimbulkan bencana alam.”

Sebelumnya, longsor terjadi di empat desa di Kecamatan Saguling pada Senin 10 Oktober 2016 sore yang membuat puluhan rumah rusak, 2 warga luka-luka, dan beberapa akses jalan tertimbun. Dampak terparah terjadi di Desa Saguling yang membuat 34 rumah warga rusak ringan hingga berat. (*)


loading...

Feeds