Heboh… Permen Narkoba Dijual Bebas di Kota Bandung

Ilustrasi

Ilustrasi

POJOKJABAR.com, BANDUNG – Masyarakat Kota Bandung dihebohkan dengan beredarnya Permen Jari yang diduga mengandung narkoba. Permen yang awalnya beredar di Tangerang ini disita Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) dari sejumlah toko grosir di kota Bandung.

“Produk ini banyak yang beli, makanya kami juga melakukan uji juga yang beredar di Kota Bandung mengandung narkoba atau tidak,” kata Kepala Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Bandung, Abdul Rahim, Kamis(13/10/2016).

Diakui Abdul, di Kota Bandung belum ada masyarakat yang mengeluhkan hal yang serupa dengan bocah di Tangerang itu kepadanya. Namun masyarakat yang merasa khawatir dengan adanya isu tersebut diimbau untuk tidak mengonsumsi Permen Jari itu. “Kalau penarikan sampai sekarang belum ada instruksi seperti itu,” kata dia.

Abdul mengaku akan langsung berkoordinasi dengan aparat kepolisian atau BNN jika mendapati sampel yang mengandung narkoba. Sebab pihaknya tidak memiliki kewenangan untuk menangani kasus narkoba.

“Sudah dilakukan pengujian terhadap sejumlah sampel makanan ringan tersebut dari beberapa tempat tapi belum ada indikasi,” tandasnya.

BBPOM Bandung juga menyita ribuan bungkus permen yang tidak memiliki izin edar dari sejumlah toko grosir di Bandung, Rabu(12/10/2016). Pihak BBPOM juga akan menelusuri produsen permen yang diduga berani mencantumkan izin edar dari BPOM palsu itu.

“Penyitaan terhadap 17 merek permen ilegal kami lakukan selama sepekan terakhir,” kata Abdul.

Dikatakannya, pihak BBPOM melakukan operasi ke sejumlah toko grosir yang menjual makanan dan minuman secara acak.

“Di masyarakat permen ini dikenal dengan permen jari, harganya dijual bervariasi sekitar harganya Rp 1.000 per bijinya kalau mengecer,” ungkapnya.

Dikatakan Abdul, dari ke-17 merek permen itu diketahui mencantumkan izin edar dari Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Namun izin edar tersebut ternyata palsu setelah dicek nomor registrasinya. Pihaknya, kata Abdul, tengah melakukan penelusuran tempat produksinya.

“Izin edarnya ternyata palsu, jadi akan kami telusuri. Produk tanpa izin edar tidak boleh dikonsumsi,” pungkasnya. (nif)


loading...

Feeds

Ilustrasi PJU.

Dishub Kota Cimahi Pasang 367 PJU Baru

POJOKJABAR.com, CIMAHI – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Cimahi sepanjang tahun ini telah melakukan penambahan Penerangan Jalan Umum (PJU) baru sebanyak …