Banyak Pelaku UMKM di Kota Cimahi Tak Maksimal dalam Hal Ini…

 Pelaku UMKM di komunitas Indonesian Bamboo Community (IBC)  saat menuntaskan pekerjaanya.

Pelaku UMKM di komunitas Indonesian Bamboo Community (IBC) saat menuntaskan pekerjaanya.

POJOKJABAR.com, CIMAHI – Banyak pelaku UMKM di Kota Cimahi dinilai belum maksimal melakukan inovasi dan mengembangkan kreativitas membuat suatu produk agar mendapat perhatian pasar nasional maupun mancanegara. Padahal, jika hal itu dimaksimalkan, UMKM akan meningkat dari segi perekonomian.

Dengan meningkatnya perekonomian,Produk Domestik Regional Bruto (PdRB) Kota Cimahi ikut terdongkrak. Dengan kata lain, jika hal itu terjadi, maka daya beli masyarakat akan ikut meningkat.

Demikian disampaikan Asisten Perekonomian Pemerintah Kota Cimahi, Benny Bahtiar saat ditemui di Kantor Pemerinytah Kota Cimahi, Jl. Rd. Demang Hardjakusuma, kemarin.

“Jika daya beli masyarakat naik, tentunya hal tersebut bisa mengurangui beban pemerintah dalam mengatasi masalah sosial. Dampaknya sangat signifikan,” ujarnya.

“Masalahnya, belum semua pelaku UMKM punya kemauan untuk berkembang. Padahal, ini yang paling penting. Kalau semua bisa berkembang, sisi positif lain juga kan bisa menyerap tenaga kerja,” Ia melanjutkan.

Dalam kesempatan itu, Benny melepas rombongan Indonesian Bamboo Community (IBC) yang akan berangkat ke Kota Yilan, Taiwan untuk memenuhi undangan pameran produk inovatif, sekaligus menggelar pertunjukan melalui grup musik Binaan IBC, d’Bamboo essential dalam acara bertajuk Yilan International Art Festival pada 12-17 Oktober.

Benny pun mengaku mengapresiasi upaya IBC untuk melakukan ekspansi pasar secara global ke mancanegara.

“Mereka tidak main-main. Dengan segala keterbatasan, mereka mampu membuktikan hasil karyanya diakui dunia luar,” ujarnya.

Ia berharap, komunitas pembuat alat musik dari bambu ini bisa membawa investor atau bayer datang ke Kota Cimahi.

“Ya mudah-mudahan ada dampaknya. Karena yang datang ke acara tersebut datang dari 12 negara. Mudah-mudahan ada yang tertarik, dan bisa menarik investastor atau bertransaksi ke Kota Cimahi.

Benny pun menginginkan pelaku usaha lain bisa memaksimalkan program yang ada di Technopark. Hal itu merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi suatu usaha.

Sementara itu, ditemui di tempat yang sama, Ketua IBC, Adang Muhidin mengatakan,undangan untuk menggelar pertunjukan musik dan mengikuti pameran datang langsung dari Pemerintah Kota Yilan, Taiwan langsung.

“Kenapa kami sampai diundang ke sana (Taiwan) itu mungkin karena sering menjual Produk alat musik Bambu buatan kita ke Taiwan, sampai dinas terkait di sana tahu, dan kami langsung diundang kesana,” ujarnya.

Dalam acara tersebut, ia akan membawa alat musik dari bambu produksinya, seperti gitar bambu, bass bambu, biola bambu, drum bambu, sampai baju yang terbuat dari serat bambu.

Ia berharap, selama kegiatan berlangsung bisa membawa nama baik Indonesia, dan bisa lebih memperluas jaringan bisnis.

“Ya kami harap prosuk kami lebih banyak dikenal lagi di berbagai negara,” pungkasnya. (bbb)


loading...

Feeds