Wakil Gubernur Minta Pemda dan Polisi Waspadai Gejolak Harga Gas

Gas 12 kg

Ilustrasi

POJOKSATU.id, BANDUNG-Wakil Gubernur Jawa Barat (Jabar), Deddy Mizwar meminta pemerintah daerah (pemda) dan aparat kepolisian mewaspadai kemungkinan terjadinya gejolak pasca naiknya harga elpiji 12 kilogram. Pasalnya, kenaikan harga gas elpiji ini memicu kelangkaan dan naiknya harga elpiji tiga kilogram.

Berbagai kecurangan seperti penimbunan dan pengoplosan elpiji pun diduga terjadi. “Kenaikan harga gas elpiji 12 kilogram ini harus diwaspadai, karena dampaknya sangat besar terhadap masyarakat,” kata Deddy usai melakukan inspeksi mendadak, ke Gunung Guntur, Garut, Senin (6/4).

Menurut Deddy, saat ini telah terjadi kelangkaan gas elpiji tiga kilogram di beberapa daerah. “Saya kira ini harus diwaspadai, karena dari Pertaminanya jatah tetap ada. Jadi ke mana tuh barang? Kok bisa langka,” ucapnya.

Menurut Deddy, kelangkaan gas elpiji tiga kilogram ini dipengaruhi oleh berbagai faktor. “Pasti ini ada permainan, ini harus diantisipasi, jangan sampai terjadi gejolak di masyarakat,” ucapnya.

Pemerintah daerah dan aparat keamanan harus bersikap aktif mengantisipasi hal ini. Lebih lanjut Deddy katakan, Pertamina harus menambah pasokan elpiji tiga kilogram ke Jabar.

Sehingga, kata Deddy, kelangkaan gas di beberapa daerah di Jabar dapat diantisipasi dengan baik. Disinggung kebijakan naiknya harga gas elpiji 12 kilogram, Deddy mengatakan hal itu merupakan kebijakan pemerintah pusat.

Namun, pihaknya berharap agar kebijakan yang diterapkan tidak membebani masyarakat. Terlebih, saat ini harga bahan bakar minyak pun mengalami kenaikan, sehingga akan berpengaruh terhadap harga-harga kebutuhan pokok masyarakat.

“Ya tanyalah kepada mereka pertimbangannya apa. Tapi mestinya, orientasinya jangan jadi beban masyarakat. Substansinya jangan jadi beban masyarakat,” pungkasnya. (agp/yaz)

 

 

Feeds