Pelita Bandung Raya Pindah ke Bekasi

Pelita Bandung Raya

Pelita Bandung Raya

POJOKSATU. id, BEKASI – Semifinalis Indonesia Supoer League (ISL) musim lalu, Pelita Bandung Raya (PBR) memastikan telah berpindah markas ke Bekasi. Hal tersebut langsung diungkapkan langsung oleh Marco Garcia Paulo, Direktur PT Kreasi Performa Pasundan (perusaan yang menaungi PBR -red).

Namun Marco belum mau membeberkan detil kepindahan tim berjuluk The Boys Are Back menuju Bekasi. Salah satunya kemungkinan berubahnya nama klub. Ia berjanji akan segera mengumumkan kepastian dan teknisnya.

“Ini semua murni dilakukan untuk menyelamatkan klub agar tetap berjalan dan berkontribusi bagi sepakbola Indonesia,” ujar Marco.

Wacana kepindahan PBR ini sebenarnya telah direncanakan sejak beberapa bulan lalu, namun ditolak oleh PT Liga Indonesia lantaran stadion yang akan digunakan PBR, Stadion Patriot dianggap tidak layak untuk menggelar pertandingan malam hari.

Setelah melalui berbagai proses, akhirnya manajemen bisa memenuhi hal tersebut dan mendapat persetujuan dari PT Liga selaku operator kompetisi.

Marco juga menegaskan, bahwa pengunduran dirinya sebagai CEO klub baru akan aktif 30 hari setelah pengajuan. Selain itu, dirinya juga memiliki kewajiban sebagai direktur KPP dan tetap menjalankan komitmen bersama jajaran manajemen lainnya untuk memenuhi segala syarat verifikasi Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI) agar PBR bisa melakoni ISL.

“Saya harus klarifikasi mengenai status saya sekarang agar tidak salah paham. Secara legal, itu efektif 30 hari setelah saya sampaikan pengunduran diri saya (sebagai CEO). Namun untuk posisi direktur di PT KPP saya tetap menjabat,” urai pria berkaca mata itu

“Karena itu segala hal yang bersifat pengelolaan manajemen dari sisi PT. KPP saya masih jalankan tugas-tugas saya. Termasuk bersama-sama dengan seluruh jajaran manajemen, pemilik dan juga tim untuk berjuang menuntaskan proses verifikasi BOPI. Dan puji Tuhan, finally doa kami dijawab Tuhan dan PBR lolos, walaupun dengan catatan ringan.”

Perihal kondisi finansial dan tunggakan gaji, Marco pun meluruskan bahwa manajemen sudah mulai melunasi kewajiban tersebut secara bertahap. Lolosnya verifikasi PBR dan markas baru diharapkan bisa membantu klub mendapat suntikan dana segar dari pihak investor.

“Investor paling tidak bisa membantu untuk mengurusi gaji pemain dahuilu. Memang dananya belum bisa langsung untuk memenuhi semua kewajiban kami. Karena dana akan masuk secara bertahap. Pelatih dan ofisial menerima satu bulan gaji, karena pemain diutamakan. Manajemen pun baru menerima satu bulan gaji. Mungkin pelatih kepala (Dejan Antonic) sempat bilang bahwa hanya dirinya yang belum menerima gaji. Sebenarnya bukan tidak menerima, tetapi belum menerima. Karena kami akan membayarkan hal itu setelah tim pulang dari Palembang (melawan Sriwijaya), mengingat dananya dalam bentuk dollar cash dan juga perlu diingat bahwa dana masuk bertahap dan pemain diutamakan. Yang jelas, kami selalu menerapkan asas fairness kepada tim ini,” beber Marco.

Feeds