Pamer Eksekusi Mati Saat 109 Pemimpin Dunia Berkumpul di Bandung?

Myuran Sukumaran (kiri) dan Andrew Chan, dua pentolan seindikat Bali Nine sebelum sidang di Pengadilan Negeri Denpasar. (Dok. Jawa Pos)

Myuran Sukumaran (kiri) dan Andrew Chan, dua pentolan seindikat Bali Nine sebelum sidang di Pengadilan Negeri Denpasar. (Dok. Jawa Pos)

POJOKSATU.id, JAKARTA – Kejaksaan Agung (Kejagung) memberikan sinyal akan melakukan eksekusi terpidana mati kasus narkotika gelombang kedua saat 109 pemimpin dunia berkumpul di Bandung untuk mengikuti Konferensi Asia Afrika (KAA). Tujuannya agar dunia mengetahui ketegasan Indonesia dalam pemberantasan narkoba.

Jaksa Agung M. Prasetyo menjelaskan, pihaknya mengacu pada proses hukum yang sedang dijalani setiap terpidana mati. Bila ternyata proses hukumnya selesai saat KAA yang berlangsung dari 19 hingga 24 April, eksekusi akan dilakukan waktu itu juga. ”Kita ingin cepat,” paparnya.

Narkotika merupakan masalah global, bukan hanya masalah Indonesia. Bahkan, Perdana Menteri Bangladesh Hasina Wazed mendukung eksekusi mati di Indonesia untuk terpidana mati kasus narkotika. ”Pemimpin sejumlah negara malah mendukung,” ujarnya.

Apakah tidak memungkinkan bila eksekusi mati ditunda setelah KAA? Prasetyo menuturkan, eksekusi mati yang dilaksanakan ketika KAA berlangsung justru bisa menunjukkan ketegasan Indonesia melawan peredaran narkotika. ”Ya, ini kan proses hukum di Indonesia,” ujarnya.

Hingga saat ini, masih ada sejumlah terpidana mati yang mengajukan upaya hukum. Setelah PK terpidana mati asal Filipina Mary Jane ditolak, masih ada perlawanan hukum atas penolakan PTUN duo Bali Nine, Andrew Chan dan Myuran Sukumaran. Putusan atas perlawanan hukum keduanya baru keluar pada 6 April.

”Ya, tinggal menunggu Bali Nine ini. Lalu ada juga proses hukum Raheem Agbaje,” terangnya.

Dia menuturkan, pihaknya mendapat informasi dari Mahkamah Agung (MA) bahwa kuasa hukum Andrew dan Myuran tidak bisa menghadirkan saksi ahli dalam persidangan tersebut. Dengan demikian, kuasa hukum Bali Nine tidak bisa membuktikan dalil-dalilnya. ”Kejaksaan akan menyanggah semuanya,” ujar dia.

Dengan begitu, peluang mereka untuk lolos dari eksekusi mati sangat kecil. Dia mengatakan, walau begitu, apa pun putusan pengadilan tetap akan diterima.

”Kalau perlawanan hukumnya tidak terbukti dan ditolak, tentu eksekusi jalan terus,” ujar Jampidum periode 2005–2006 tersebut.

KAA sendiri bakal dihadiri 109 pemimpin dunia. Hingga kini, 80 negara sudah menyatakan kesiapannya untuk menghadiri KAA ke-60 tersebut. “KAA semakin dekat dan tamu undangan yang siap hadir akan bertambah banyak,” ujar Walikota Bandung, Ridwan Kamil. (idr/bil/c10/sof/one)

 

Feeds