POJOKJABAR.com – Berwisata ke Cirebon kini semakin mudah. Wisatawan yang tiba di Stasiun Cirebon maupun Stasiun Cirebon Prujakan dapat langsung menjangkau sejumlah destinasi wisata di pusat kota, bahkan melanjutkan perjalanan hingga Kabupaten Kuningan.
Kemudahan tersebut didukung posisi kedua stasiun yang berada di kawasan strategis serta tersedianya berbagai moda transportasi lanjutan, termasuk layanan Shuttle Stasiun menuju Kuningan.
Manager Humas KAI Daop 3 Cirebon, Muhibbuddin, mengatakan kereta api menjadi salah satu pilihan transportasi yang praktis bagi masyarakat yang ingin menghabiskan waktu liburan di Cirebon dan sekitarnya.
“Kereta api menjadi pilihan transportasi yang nyaman, tepat waktu, dan praktis bagi masyarakat yang ingin berwisata ke Cirebon. Setibanya di stasiun, wisatawan dapat langsung melanjutkan perjalanan menuju berbagai destinasi wisata yang relatif dekat,” ujar Muhibbuddin, Minggu (23/8/2026).
Sejumlah destinasi wisata ikonik Cirebon bahkan dapat dijangkau dalam waktu singkat dari kawasan stasiun.
Keraton Kasepuhan, misalnya, hanya berjarak sekitar 2 kilometer dengan waktu tempuh sekitar 5–10 menit. Sementara Keraton Kanoman berjarak sekitar 2,5 kilometer dari Stasiun Cirebon Prujakan.
Wisatawan juga dapat mengunjungi Goa Sunyaragi dengan waktu tempuh sekitar 10–15 menit maupun Pantai Kejawanan yang dapat dicapai sekitar 15 menit dari stasiun.
Bagi wisatawan yang ingin berburu oleh-oleh khas Cirebon, Kampung Batik Trusmi menjadi salah satu pilihan. Lokasinya berjarak sekitar 7 kilometer dari kawasan stasiun.
Sedangkan bagi wisatawan yang ingin menikmati suasana alam, Situ Patok dapat menjadi alternatif dengan waktu tempuh sekitar 25–30 menit.
Tak hanya menjangkau destinasi di Cirebon, konektivitas perjalanan juga semakin luas dengan adanya layanan Shuttle Stasiun menuju Kuningan.
Layanan tersebut memungkinkan wisatawan melanjutkan perjalanan dari Stasiun Cirebon menuju sejumlah titik di Kuningan, mulai dari Cilimus, Jalaksana, Cirendang, Bunderan Cijoho, Ciporang hingga Terminal Kuningan (Kertawinangun).
Pemesanan Shuttle Stasiun dapat dilakukan melalui Tim Shuttle di pintu keluar sebelah utara Stasiun Cirebon maupun melalui nomor 0811-1017-7887 dan 0811-1996-1439.
Untuk rute Stasiun Cirebon menuju Terminal Kuningan, keberangkatan tersedia pada pukul 01.30 WIB, 12.15 WIB, 14.15 WIB, 16.00 WIB, 19.45 WIB, dan 22.15 WIB.
Sementara perjalanan dari Terminal Kuningan menuju Stasiun Cirebon tersedia pada pukul 03.45 WIB, 05.15 WIB, 14.15 WIB, 17.00 WIB, dan 18.45 WIB.
Adapun titik naik dari arah Stasiun Cirebon meliputi Stasiun Cirebon melalui pintu keluar utara depan ATM Center, Grage Mall, serta Agen Sinar Jaya Ciperna.
Sedangkan titik turun di Kuningan mencakup Cilimus, Jalaksana, Cirendang, Bunderan Cijoho, Ciporang, hingga Terminal Kuningan.
Untuk rute sebaliknya, titik naik tersedia mulai dari Terminal Kuningan, Ciporang, Bunderan Cijoho, Cirendang, Jalaksana hingga Cilimus. Sementara titik turun meliputi RS Ciremai, CSB Mall, dan Stasiun Cirebon.
Minat masyarakat terhadap layanan konektivitas tersebut juga mulai terlihat. Dalam periode 29 Juni hingga 20 Agustus 2026, tercatat sebanyak 859 penumpang telah menggunakan layanan Shuttle Stasiun.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 559 penumpang menggunakan rute Cirebon–Kuningan, sedangkan 300 penumpang menggunakan rute Kuningan–Cirebon.
Menurut Muhibbuddin, keberadaan transportasi lanjutan membuat perjalanan wisata menjadi lebih terintegrasi. Wisatawan tidak lagi hanya menjadikan Cirebon sebagai tujuan akhir, tetapi juga dapat menjadikannya sebagai pintu masuk menuju berbagai destinasi di wilayah sekitarnya.
“Konektivitas antara kereta api, stasiun, dan transportasi lanjutan memberikan pilihan perjalanan yang semakin mudah bagi wisatawan. Masyarakat tidak hanya bisa menikmati wisata sejarah, budaya, kuliner, dan alam di Cirebon, tetapi juga dapat melanjutkan perjalanan menuju Kuningan,” katanya.
Kemudahan akses tersebut diharapkan dapat membuat waktu liburan masyarakat menjadi lebih maksimal sekaligus memberikan dampak positif terhadap sektor pariwisata, UMKM, pusat oleh-oleh, hingga perekonomian masyarakat lokal.
“Kami berharap semakin mudahnya konektivitas ini dapat mendorong masyarakat menjadikan kereta api sebagai pilihan perjalanan wisata. Turun dari kereta, wisatawan sudah bisa langsung memulai petualangan, baik menjelajahi Cirebon maupun melanjutkan perjalanan hingga Kuningan,” pungkas Muhibbuddin.